6 Hal yang Bisa Anda Lakukan Setelah HP di Root

Halo sobat-sobat blogger sekalian, selamat datang di postingan pertama Cik Hidayat. Selamat membaca dan semoga bermanfaat :)
Root phone

Bagi para pengguna smartphone Android, tentu sudah tidak asing lagi mendengar kata root/rooting.
Rooting adalah sebuah proses untuk mengizinkan pengguna ponsel pintar (Android, tablet, dll) yang berjalan pada sistem operasi android untuk mendapatkan kontrol yang lebih tinggi (dikenal dengan "akses root"). Kalau mau disederhanakan lagi, rooting adalah sebuah proses untuk mendapatkan izin secara penuh terhadap sistem operasi Android.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan pada smartphone yang telah di root. Dan hal-hal tersebut sudah barang tentu tidak akan bisa anda dapatkan pada HP yang masih original (belum di root). Berikut ini adalah 5 Hal yang Bisa Anda Lakukan Setelah HP di root.

1. Memasang Aplikasi yang membutuhkan izin root

Sebagian besar alasan para pengguna smartphone untuk melakukan root pada HP nya adalah agar bisa memasang aplikasi-aplikasi yang membutuhkan izin root.

Aplikasi jenis ini juga memberikan keuntungan lebih kepada para penggunanya yang mungkin saja tidak bisa didapatkan dari pemasangan aplikasi biasa (tidak membutuhkan akses root). Sebagai contoh aplikasi Root Explorer. Aplikasi ini memberikan keuntungan kepada anda agar bisa mengakses folder-folder sistem Android anda yang mana tidak bisa dilakukan oleh aplikasi explorer biasa.

2. Memasang Custom Recovery

cwm or twrp

Ada 2 jenis Custom Recovery yang terkenal dan terpercaya di kalangan pengguna Android. Yaitu CWM (Clockwork mod) dan TWRP (Team Win Recovery Project). Yang membedakan kedua custom recovery ini hanyalah dari segi penampilan saja, selain daripada itu keduanya memiliki fungsi-fungsi yang sama. Adapun fungsi-fungsi yang dimiliki adalah untuk mem-backup data sistem operasi Android, mem-flash (meng-instal) File zip, menginstal custom ROM, dll.

3. Mengaktifkan Folder init.d

init.d

Apa sih itu folder init.d? Folder init.d ini keberadaannya sangat penting untuk kustomisasi Android kita. Gunanya init.d adalah untuk menjalankan script modifikasi pada saat ponsel reboot. Seperti script tweak battery (agar baterai lebih hemat), script tweak  RAM (agar penggunaan RAM lebih maksimal), script tweak CPU (agar kinerja CPU bisa lebih maksimal), dsb.

Folder init.d tidak bisa sembarangan kita buat lalu kita isi dengan berbagai macam script modifikasi tadi. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan agar folder ini bisa aktif dan langkah-langkah tersebut belum bisa dibahas sekarang karena lumayan panjang :) Mungkin akan dibahas di postingan selanjutnya.

4. Menginstal Busybox

Apa lagi sih itu Busybox? Disini saya akan menjelaskan pengertian Busybox menurut seorang ahli dari forum XDA Developer
Busybox allows you or programs to perform actions on your phone using Linux (copied from Unix) commands. Android is basically a specialized Linux OS with a Java compatible (Dalvik) machine for running programs. The Android kernel is a modified version of the Linux kernel (that is why the Android kernel must always be open source). Busybox gives functionality to your phone that it does not have without it, by jboxer - xda
Terjemahannya kurang lebih seperti ini.
Busybox memungkinkan Anda atau program untuk melakukan aksi pada ponsel menggunakan Perintah Linux (di tambahkan dari Unix). pada dasarnya, Android adalah OS Linux khusus dengan Java kompatibel (Dalvik) untuk menjalankan sebuah program. Kernel Android adalah versi modifikasi dari kernel Linux (itu sebabnya kernel Android harus selalu open source). Busybox memberikan fungsionalitas ke telepon Anda yang tidak memiliki tanpa itu.
Jadi, intinya adalah, Aplikasi Busybox (busybox ini berbentuk aplikasi) adalah aplikasi yang sudah berisikan perintah-perintah linux/unix. Sehingga kalau di instal, Busybox akan langsung memasukkan perintah tambahan (Linux/unix) ke dalam HP anda, karena ada beberapa perintah yang tidak tersedia.

Perintah-perintah inilah yang nanti akan digunakan oleh aplikasi yang membutuhkan (contoh aplikasi Titanium Backup) supaya bisa bekerja lebih optimal. Busybox ini juga diperlukan nanti pada saat ingin Mengaktifkan Folder init.d yang sudah kita bahas tadi.

5. Menghapus Bloatware

Bloatware adalah aplikasi bawaan pada smartphone Android anda. Untuk bisa menghapus bloatware ini, kita membutuhkan aplikasi "Root Explorer" atau "Uninstall Master". Apa sih gunanya menghapus bloatware? Gunanya adalah agar kinerja memori lebih ringan yang otomatis membuat smartphone Android anda lebih lancar dan nyaman untuk digunakan.

6. Memasang Custom ROM

Memasang custom ROM pada Android adalah salah satu cara tercepat untuk mendapatkan performa Android yang lebih kencang dari biasanya dan merupakan solusi terbaik bagi anda yang merasa Android anda sudah terlalu lemot dan sangat tidak nyaman untuk digunakan. Selain itu, dengan memasang custom ROM biasanya otomatis HP anda sudah di root, sudah terpasang busybox, dan sudah aktif nya folder init.d.

Cara pemasangan pada tiap HP android berbeda-beda tergantung jenis HP anda. Namun anda tidak perlu khawatir, karena ada banyak sekali tutorial pemasangan custom ROM yang tersedia di internet beserta dengan beragam jenis custom ROM yang bisa anda pilih sendiri.

Sebenarnya masih ada banyak lagi hal lainnya yang bisa anda lakukan dengan HP yang sudah di root. Namun karena keterbatasan waktu dan niat untuk menulis, jadi cukup 6 hal saja yang saya bahas dalam postingan ini. See you on next post guys :)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6 Hal yang Bisa Anda Lakukan Setelah HP di Root"

Post a Comment