Mengapa Kebanyakan Orang Meletakkan Tangan di Dada Setelah Bersalaman?

Mengapa Kebanyakan Orang Meletakkan Tangan di Dada Setelah Bersalaman?

Sobat pernah lihat orang salaman? Pasti pernah dong... Masa iya selama hidup belum pernah lihat haha... Bersalaman atau nama lainnya berjabat tangan lazim dilakukan oleh dua orang yang saling bertemu untuk sekedar saling berkenalan atau hanya sekedar menyapa saja. Tujuannya untuk mendekatkan hubungan sekaligus menjalin hubungan pertemanan bersama orang-orang baru.

Sebelum kita membahas tentang alasan mengapa orang meletakkan tangan di dada seusai bersalaman, Kita harus tau dulu apa sih arti dari bersalaman/berjabat tangan itu?

Orang bersalaman

Menurut KBBI (Versi Online), arti dari berjabat tangan/bersalaman adalah :
jabat tangan, berjabat tangan : bersalaman dengan menjabat tangan: kedua orang itu ~ dengan erat dan mesra
Kalau anda jeli, ada sebuah kebiasaan yang terjadi pada kebanyakan orang setelah mereka bersalaman? Ya sesuai dengan judul artikel pada kali ini, mereka meletakkan tangan mereka di dada setelah bersalaman. Coba lihat gambar gif ini untuk lebih jelasnya.


Sobat tau kenapa hal itu bisa terjadi? Atau mungkin anda termasuk juga salah satu orang yang pernah melakukannya? Apa alasan mereka melakukan hal tersebut? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

1. Ikut-ikutan (Imitasi)

Yang namanya manusia memang hobi sekali ikut-ikutan, apalagi yang mereka ikuti tersebut juga banyak diikuti oleh orang lain atau dengan kata lain sedang trend dan populer. Termasuk juga kebiasaan meletakkan tangan di dada setelah bersalaman. Karena hal tersebut banyak dilakukan oleh orang-orang, maka mereka pun tanpa sadar juga ikut-ikutan dengan kebiasaan tersebut.

2. Spontanitas/Refleks

Alasan selanjutnya adalah karena refleks dari orang yang bersalaman. Namun, masa iya refleksnya kok bisa langsung meletakkan tangan di dada? Kenapa gak di muka? Atau mungkin di kaki? hehe...

Refleks meletakkan tangan di dada setelah bersamaan itu disebabkan karena alasan nomor 1 tadi, ikut-ikutan. Karena "kebetulan" ketika melihat orang-orang bersalaman, mereka yang bersalaman meletakkan tangan di dadanya, bukan di kepala, apalagi di kaki hehe...

Kalau saja saat itu ia melihat orang-orang meletakkan tangannya di kaki setelah bersalaman, bukan tidak mungkin ia akan mengikutinya dengan meletakkan tangan di kaki setelah bersalaman dengan orang lain. Dan kacaulah dunia salam-salaman di Indonesia hehe...

Itulah tadi alasan-alasan kenapa orang meletakkan tangan di dadanya setelah bersalaman.

Lah, Kok dikit amat Bang?

Bentar-bentar sobat, bukan Rahmat Hidayat namanya kalau cuma memberikan sedikit saja alasan terhadap permasalahan yang terjadi (halahhh bahasamu bang... :v)

2 Alasan di atas itu asalnya dari saya. Alasan-alasan tersebut saya dapatkan dari riset dengan beberapa orang.

Namun, ada lagi alasan lainnya yang saya dapatkan dari riset di berbagai website. Namun, hasilnya hanya sedikit yang membahas tentang Mengapa Kebanyakan Orang Meletakkan Tangan di Dada Setelah Bersalaman.

Dalam pencarian saya, ada satu blog yang bernama eshaykh7007 yang saya kutip beberapa kalimatnya untuk saya jadikan alasan selanjutnya.

3. Sebagai Tanda Hormat

Ketika anda bersalaman dan meletakkan tangan di dada, itu adalah sebuah tanda hormat. Itu menunjukkan bahwa anda bukan hanya bersalaman tetapi juga menghormatinya atau menghormati diri anda sendiri dengan mencintai orang tersebut.

Karena dalam isyarat bahasa Arab, meletakkan tangan di dadanya (kalbu), di kepalanya, atau di keningnya di hadapan seseorang memilki arti : Engkau adalah yang kusayang dan sangat berarti bagiku.

4. Agar Berkah Dari Orang Yang Kita Salami Masuk ke Dalam Kalbu Kita

Ketika kita bersalaman dengan orang mukmin sejati atau dengan orang yang shaleh, maka pastilah kita menginginkan agar keberkahan yang ada pada dirinya masuk ke dalam diri kita. Maka dari itulah kita meletakkan tangan ke dada (kalbu) kita setelah bersalaman seraya berdoa, semoga keberkahan yang ada darinya masuk ke dalam diri kita.

Itulah tadi 4 Alasan Mengapa Kebanyakan Orang Meletakkan Tangan di Dada Setelah Bersalaman. Semoga apa yang telah dijelaskan bisa menjadi tambahan ilmu untuk diri sendiri, terlebih lagi bisa menjadi tambahan ilmu bagi orang lain dengan cara membagikan (share) artikel ini.
Untuk Apa Kita Hidup di Dunia Ini?

Untuk Apa Kita Hidup di Dunia Ini?

Sobat, anda hidup kan? Bisa bernafas? Detak jantung masih ada? Denyut nadi masih terasa? Kalau semua jawabannya iya berarti selamat anda adalah seorang manusia yang hidup.

Oke sekarang anda adalah seorang manusia yang hidup. Lalu mau ngapain anda dalam kehidupan ini? Apakah anda hidup hanya sekedar untuk hidup? Atau mungkin anda hidup karena tuntutan dari Tuhan yang menyuruh anda untuk hidup? Atau mungkin anda hidup karena memang ada tujuan yang ingin anda capai?

Kalau anda menjawab "YA" pada pertanyaan ketiga di atas, berarti selamat anda adalah manusia yang hidup dengan sebuah tujuan. Mungkin lebih tepatnya manusia yang hidup dengan "berbagai" tujuan yang ingin dicapai.

Lalu sesuai dengan judul artikel kita pada kesempatan kali ini. Untuk apa kita hidup? Apa yang mau kita capai dalam kehidupan ini? Apa tujuan kita?

Untuk Apa Kita Hidup di Dunia Ini?

Kalau ditanya tujuan hidup manusia secara umum, pasti kompak menjawab pengen sukses dan bahagia dunia akhirat. Itu adalah salah satu bentuk tujuan hidup yang dimiliki manusia. Apakah ada tujuan hidup yang lain? Tentu saja ada, berikut ini saya sajikan beberapa tujuan hidup manusia berdasarkan hasil survey terhadap orang-orang yang saya lakukan sendiri.

1. Kita Hidup Karena Ingin Membahagiakan Kedua Orang Tua

Kita Hidup Karena Ingin Membahagiakan Kedua Orang Tua

Orang tua adalah orang yang pertama kita temukan saat pertama kali kita lahir di dunia. Orang tua lah yang mengasuh kita, mendidik, serta membesarkan kita hingga saat ini. Cinta dan kasih sayangnya sungguh sangatlah besar bagi anak-anaknya.

Untuk itulah banyak dari kita yang ingin sekali bisa membahagiakan kedua orang tua kita. Kita ingin agar mereka bisa tersenyum bangga karena kita serta mereka dapat hidup di dunia ini dalam keadaan yang selalu sehat dan sejahtera.

Karena itulah kita belajar, bekerja, dan berusaha semampu kita agar suatu hari nanti orang tua bisa bangga dengan kita.

2. Kita Hidup Agar bisa Bermanfaat Bagi Orang Lain

Kita Hidup Agar bisa Bermanfaat Bagi Orang Lain

Kita seringkali mengamati, mendengar, dan merasakan ada banyak problema yang terjadi di lingkungan kita bahkan mungkin di negara ini.

Ada anak yang putus sekolah karena tidak punya biaya lagi, ada orang tua yang ditelantarkan oleh anaknya sendiri, ada remaja yang menjadi korban salah pergaulan sehingga terjebak ke dalam lubang hitam narkoba, dan masih banyak lagi contoh problema lainnya.

Mungkin problema nya bukan hanya seputar 1 atau 2 orang saja. Mungkin saja problema yang dihadapi menyangkut kepentingan orang banyak. Contoh nya adalah kemacetan, banjir, sungai yang kotor dan mampet, dan berbagai macam problema lainnya.

Melihat sebegitu banyak problema yang ada, membuat hati ingin tergerak membantu. Tapi bagaimana caranya? Ya bantu saja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Misal anda adalah seorang yang kuat fisiknya maka bantulah dengan kekuatan fisikmu. Atau mungkin anda adalah seorang yang memiliki jaringan pertemanan yang luas, maka anda bisa membantu dengan mengajak teman-teman anda untuk menyumbangkan bantuan yang mereka miliki.

Menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain sangatlah menyenangkan dan memiliki kebahagiaan tersendiri pada pelakunya. Sehingga hal ini dijadikan tujuan hidup bagi mereka yang senang membantu orang lain.

3. Kita Hidup untuk Beribadah Kepada Tuhan

Kita Hidup untuk Beribadah Kepada Tuhan

Pada hakikatnya ini adalah tujuan hidup bagi setiap makhluk hidup yang ada. Namun entah mengapa dari survey yang saya lakukan dengan teman-teman saya, hanya 1 orang saja yang dengan lantang menjawab tujuan hidupnya adalah beribadah kepada Tuhan. Sisanya lebih memilih tujuan hidup yang lain.

Ketika sedang berada dalam kesulitan kita selalu ingat kepada-Nya. Kita selalu memohon dan meminta kepada-Nya agar dikeluarkan dari kesulitan yang sedang kita hadapi.

Namun ketika sedang berada dalam keadaan senang, kita seringkali terlupakan kepada siapa yang menciptakan kita, Siapa yang memberikan kita makan dan minum, Siapa yang memberikan kita kebahagiaan, dan siapa yang menolong kita saat sedang berada dalam kesulitan.

Oleh karena itu hendaklah kita sebagai makhluk ciptaan-Nya selalu ingat kepada-nya. Jadikanlah beribadah kepada tuhan sebagai tujuan hidup sekaligus sebagai kewajiban kita sebagai makhluk ciptaan-Nya.

4. Kita Hidup Karena Ada Cita-cita yang ingin kita capai

Kita Hidup Karena Ada Cita-cita yang ingin kita capai

Setiap manusia pastilah memiliki cita-cita yang ingin dicapai. Entah itu ingin menjadi polisi, tentara, pengacara, anggota dewan, dan sebagainya. Kalau dalam hidup kita tidak memiliki cita-cita, pastilah hidup kita terasa kosong dan hampa karena tidak tahu ke arah mana kehidupan ini akan dijalani.

5. Kita Hidup Sebagaimana Kehidupan Membawa Kita (Ngalir Aja)

Kita Hidup Sebagaimana Kehidupan Membawa Kita (Ngalir Aja)

Nah jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan yang terakhir ini.Ciri-ciri orang yang seperti ini biasanya dia tidak memiliki gairah hidup. Mau kerja yaa kerja, kalo gak ada kerja yaa nganggur, kalo nganggur yaa tinggal tidur :v

Intinya tipe orang seperti ini tidak memikirkan dirinya akan menjadi apa ke depannya. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana untuk tetap hidup senyaman mungkin. Dia tidak berjuang untuk masa depannya, yang dia tahu adalah menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang kehidupan tersebut berikan kepadanya. Kalo kata orang tua "Hidup segan, matipun enggan"

Itulah tadi penjelasan tentang berbagai macam tujuan hidup yang dimiliki orang-orang. Anda yang nomor berapa? Atau mungkin anda memiliki tujuan hidup yang berbeda dari yang diatas?

Semoga bisa bermanfaat untuk diri anda sendiri dan terlebih lagi bisa bermanfaat bagi orang lain dengan cara membagikan (share) artikel ini :)